oleh

Soal Pro Kontra Otsus, Ini Pandangan Jimmy Demianus Ijie

MANOKWARI–Anggota DPR-RI Dapil Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie menyampaikan perpanjangan Otsus jilid II yang masih diwarnai pro dan kontra di kalangan masyarakat, juga di Pemerintah Provinsi Papua Barat, sangat disayangkan.

“Untuk apa diprokontrakan, harusnya kita bersyukur bahwa Otsus ini yang sekarang membuat orang Papua punya muka sedikit, banyak yang dari tidak punya menjadi punya, kita harus bersyukur dalam konsep sederhana, ” ujar Jimmy saat ditemui usai menghadiri HUT Papua Barat ke-21, Senin (12/10/2020).

Jimmy mengatakan kalau berbicara politik yang menjadi pertanyaan apakah perjuangan Merdeka itu akan bisa terwujud? Menurut dia, tidak mungkin akan terwujud, karena Papua tidak mungkin menjadi Negara sendiri dan lepas dari NKRI.

“Karena PBB ini kan dikuasai oleh hanya 5 Negara yang punya hak Veto kan Inggris, Amerika, Perancis, Rusia, dan  Cina. Semua Negara ini berkepentingan terhadap Indonesia, jadi mana mungkin mereka tinggalkan mitra mereka, itu yang tidak mungkin,” katanya.

Baca Juga  BKKBN Kukuhkan KASAD Jenderal Dudung Jadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting

Berbeda dengan manuver Vanuatu, lanjut dia, itu bukan sedang bergening dengan Pemerintah Indonesia, mereka bergening pada Kolonia. “Jadi Vanuatu itu bergening dengan Perancis yang nanti pada akhirnya dia akan tutup mulut juga ketika Perancis merasa kepentingannya terhadap Indonesia terganggu, maka dia akan melakukan  itu. Makanya saya sering berbicara kepada anak-anak Papua yang suka berbicara Papua Merdeka, udah sekolah aja, urus yang bisa kamu dapat hari ini, karena saya pikir pintu itu sudah tertutup,” ungkapnya.

Sebab jika ada kemungkinan, kata Jimmy, emestinya komisi dekolonisasi PBB sudah memberikan sinyal . Tetapi hanya ada 17 negara minus Papua dekolonisasi. Karena bagi dia, dekolonisasi Papua sudah selesai pada tahun 1969,  cuma bukan tidak mungkin karena tergantung pada persoalan di Papua, kalau eskalasi pendekatan militernya luar biasa itu bisa jadi pintu masuk.

Baca Juga  DPR Papua Barat Gelar Rapat Paripurna Raperda Perubahan APBD 2020

Menurut Jimmy Otsus tidak akan berhenti kalau Undang-Undang Nomor 21 tidak dicabut oleh Negara. Selama belum ada tindakan Negara  untuk mencabut UU Nomor 21 maka sampai kapanpun UU itu tetap berlaku.

“Jadi jangan pikir Otsus itu percetakan buku, jadi ada jilid satu ada jilid dua, bukan begitu, Otsus itu UU yang daya berlakunya itu ditentukan oleh Negara. Jadi saya cuma mau menyatakan tidak ada Otsus jilid I dan jilid II.

Kalau mau tolak kenapa tidak dari awal saja sekalian, sudah jalan sudah menikmati, terutama yang saya sesalkan itu banyak ASN yang ikut bersuara Otsus gagal, padahal mereka selama ini juga menikmati gaji, itukan juga dari Otsus, jadi bagi ASN jangan bilang Otsus gagal, “tuturnya.

Baca Juga  SK B1-KWK PAN Belum Ada, Dokumen 'Semanis' Dikembalikan KPU Mansel

Lanjut Jimmy, pemerintah harus tegas untuk skrining terhadap ASN-ASN, supaya tidak boleh bermuka dua. ASN itu harus setia tunduk kepada Negara. “Jadi jangan ada pikiran-pirikan lain yang bertentangan dengan Negara,” tegasnya.

Ditambahkan Jimmy, Otsus ditolak model apa pun tetap akan jalan. Negara tetap akan jalankan. “Pemerintah dengan strategi baru bisa saja keluar Perpub dan tinggal dimintai persetujuan DPR maka jadi UU. Sehingga jangan ditolak tetapi dikritisi mana yang kurang agar dilakukan perbaikan, itu jauh lebih penting dari pada menolak, ” tegasnya.

Lebih lanjut kata Jimmy, yang dibutuhkan Orang Asli Papua  saat ini adalah kewenangan. Jika Negara menambah  anggaran Otsus setengah persen dari DAU Nasional menjadi 2,5 persen tahun 2021, maka totalnya menjadi 7 trilliun lebih. “Dan nilai  itu sudah ditetapkan oleh APBN,” kuncinnya. (aa)

News Feed