oleh

Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan, Bernhard Rondonuwu Kembali Pimpin Kabupaten Maybrat

SORONG – Masa jabatan Penjabat Bupati Maybrat periode 2022/2023 akan berakhir pada 22 Agustus 2022 besok. Berkenaan dengan hal itu, diberikan mandat kembali memimpin Kabupaten Maybrat untuk periode 2023/2024.

Setelah menerima Surat Keputusan Perpanjangan masa jabatan Penjabat (Pj) Bupati Maybrat, Papua Barat Daya (PBD) oleh Pj Gubernur Prov PBD, Mohammad Musa’ad, Pj Bupati Maybrat, Bernhard Rondonuwu minta dukungan masyarakat untuk kreatif mengelola bahan pangan lokal.

Selain meminta dukungan dari masyarakat, Bernhard juga meminta dukungan dari seluruh OPD dan DPRD Kabupaten Maybrat untuk saling bersinergi meningkatkan ekonomi di sektor pertanian, perikanan dan peternakan.

” Kenapa saya mengatakan demikian, karena kita sudah melupakan makanan lokal, kita lebih senang makan beras padahal Maybrat memiliki potensi sumber pangan yang melimpah,” Kata Pj Bupati Maybrat

Baca Juga  Antusiasme Puluhan Ribu Warga Bali Ikut Jalan Sehat Prabowo

Melihat potensi ini, kata Bernhard, masyarakat harus lebih kreatif gemar menanam dan gemar beternak. Hal ini dilakukan guna meningkatkan ekonomi masyarakat seperti mengelola kacang Maybrat, kacang merah mare dan pangan lokal lainnya.

Kemudian, dia juga menginginkan masyarakat bisa kreatif mendesain produk lokal seperti kain timur, tas noken dan topi tradisional papua yang dibuat dari bahan dasar lokal supaya lebih menarik sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

” saya pernah ke Banjar Baru, disana masyarakat sangat kreatif membuat berbagai macam tas dari bahan lokal menjadi tas kuakitas premium yang bisa dijual dengan harga tinggi. ” Ungkap Bernhard.

Selain meningkatkan ekonomi masysrakat, Pendidikan juga perlu diprioritaskan. Lanjut Bernhard, mulai dari jenjang Paud, SD, SMP dan SMA kedepan Pemda Maybrat melalui dinas terkait akan memprogramkan pendidikan sesuai dengan kemampuan anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang pergurusn tinggi.

Baca Juga  Dr Reda Manthovani SH,LLM Ajak SMSI Sosialisasikan Undang-Undang ITE

Dia menambahkan, akan ada penyediaan pembangunan Sekolah Seharian Penuh (SSH) atau sekolah berpola asrama. Karena menurutnya, sekolah berpola asrama ini akan memberikan pengaruh positif terhadap etitude dan karakteristik dari pada anak-anak tersebut.

” Banyak para ahli mengatakan etitude atau perilaku dan sikap anak-anak itu terbentuk ketika disekolahkan di sekolah asrama. Karena keseharian anak-anak akan di kontrol terus oleh guru-gurunya,” ujar Bernhard.

Kemudian yang berikut, Revolusi Metodologi Pembelajaran (RMP). RMP ini disesuaikan dengan zaman era digital seperti sekarang karena proses belajarnya melalui virtual. Dengan begitu, pemda bisa menjawab terkait kekurangan guru.

” bisa dilihat di daerah pedalaman dimana, banyak sekolah yang masih kekurangan guru, maka dengan adanya RMP ini, murid bisa belajar sendiri gurunya tingal mengontrol,”

Baca Juga  Konsistensi Bank BJB Bersama SMSI Dalam Membangun Kemitraan

Kemudian yang berikutnya terkait kesehatan. Kedepan, Bernhard menginginkan di empat wilayah distrik besar yang ada di Maybrat seperti Distrik Mare, Aifat, Aitinyo dan Distrik Ayamaru dapat diakomodir fasilitas pendukungnya.

” hal ini dilakukan supaya puskesma-puskemas yang ada di empat distrik besar ini bisa terakomodir,” ungkapnya.

Tidak lupa juga diprioritaskan pemberdayaan masyarakat bagi mama-mama papua yang berjualan di pasar. Terkait dengan hal itu, kata Bernhard, dirinya sudah lakukan upaya untuk komunikasi dengan Anggota DPD RI, Sanusi Rahaningmas untuk bisa membantu menjawab aspirasi ini sehingga ada bantuan modal bagi mama-mama yang berjualan di pasar.

” yang paling terpenting adalah, semua itu bisa berjalan ketika stabilitas bisa terjamin,” Harapannya. (ida)

News Feed