oleh

Pemprov Papua Barat Daya Launching Program Torang Jaga

SORONG – Bertepatan dengan Perayaan HUT RI ke -78, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melaunching program Torang Jaga atau terlindungi program negara melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) di Stadion Wombik Km 16, Kabupaten Sorong pada Kamis, (17/8/2023).

Launching program Torang Jaga ditandai dengan pelepasan balon merah putih ke udara oleh Pj Gubernur Papua Barat Daya, Muhammad Musa’ad didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Barat, Nasrullah Umar dan pimpinan tinggi TNI/Polri serta sejumlah pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Papua Barat Daya.

Selain itu Pj Gubernur juga menyerahkan kartu peserta BPJamsostek secara simbolis bagi 17 pekerja bukan penerima upah atau pekerja rentan di Prov PBD.

Melalui program Torang Jaga di Tahun 2023, ini, Pemprov PBD telah mengcover sebanyak 50.104 pekerja rentan dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10,2 miliar. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Papua Barat Daya, Suroso.

Baca Juga  Pimpin Pembentangan Bendera Merah Putih di Pulau Fani, Pj Gubrrnur : Sejengkalpun Tak Ada Yang Boleh Mengganggu NKRI

“ jadi program Torang Sapa ini sebenarnya sudah berjalan di kabupaten dan kota yang ada di Prov PBD seperti Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Sorong dan Kota Sorong. Sehingga pihaknya mengalokasikan bagi pekerja rentan yang belum tercover di Kabupaten dan Kota di Provinsi PBD,” ujar Suroso usai mengikuti uoacara perayaan HUT RI ke-78 di Stadion Wombik Kabupaten Sorong.

Menurutnya, alokasinya anggaran yang paling banyak itu di Kabupaten Sorong dan Kota Sorong. Hal Ini bisa menjadi terkendala dalam proses pendataan di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh pihaknya kami di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau,” Ujar Suroso.

Baca Juga  PT KPI Memberi Pelatihan Mitigas Bencana

Terkait dengan hal itu, maka di tahun 2024, pihaknya akan melakukan pendataan secara langsung di kabupaten dan kota yang ada di Provinsi PBD yakni Maybrat, Sorsel dan Kabupaten Tambrauw.

” Peserta terbanyak penerima BPJamsostek dari Kabuaten Sorong sebanyak 18 ribu peserta dan yang kedua dari Kota Sorong sebanyak 15 ribu peserta. Jadi untuk tahun ini alokasi anggarannya sudah selesai. Hanya saja, kami diarahkan oleh gubernur bahwa di tahun 2024 nanti akan melakukan perluasan jaminan yang sejauh ini masih sebatas non penerima upah,”Kata Suroso.

Tahun 2024 mendatang, lanjut Suroso, pihaknya akan memperluas jaminan untuk para pekerja di sektor keagamaan, misal guru mengaji, guru sekolah minggu atau pengurus gereja atau pengurus mesjid.

Baca Juga  AHLAK Culture Festival PT Kilang Pertamina Internasional RU VII Kasim

“Hal ini dilakukan supaya para pekerja yang selama ini aktif di keagamaan dapat terlindungi,” Ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Barat, Nasrullah Umar menjelaskan bahwa, sebanyak 50.104 pekerja rentan sudah aktif dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan selama 1 tahun mulai dari bulan Agustus ini.

“jadi dari 50.104 pekerja rentan di Prov PBD mulai aktif terlindungi dari tanggal 1 Agustus ini sampai Agustus tahun depan,” ujar Nasrullah.

Untuk itu Nasrullah berharap agar BPJS Ketenagakerjaan dan Pemrov PBD bisa saling kerjasama secara berkelanjutan karena program Torang Jaga ini merupakan program strategis negara guna memberantas kemiskinan ekstrim.

News Feed