oleh

Menpora Siap Hidupkan Kompetisi Liga 1 dan 2

JAKARTA – Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali menyebut pihaknya tak tinggal diam melihat persepakbolaan Indonesia yang vakum karena pandemi Covid-19 selama hampir setahun.

Ia mengatakan, kompetisi sepakbola Indonesia bisa berjalan namun pihak Kepolisian yang punya wewenang untuk mengeluarkan izin.

Dalam kegiatan webinar yang digelar oleh Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Pusat dengan tema “Harapan Olahraga Indonesia di Tengah Pandemi”, Rabu (3/2/2021), Menpora memaparkan apa saja upaya yang dilakukan oleh pihaknya untuk bisa kembali menghidupkan aktivitas olahraga di Indonesia, termasuk kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2.

Baca Juga  Fredy-Hasbulla Fokuskan APBD Kaimana Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Menpora Amali menuturkan, vakumnya kompetisi sepakbola Indonesia sangat memberikan dampak negatif bagi para pelaku sepakbola. Bahkan sejumlah klub terpaksa membubarkan skuadnya karena terlilit finansial.

Menpora sendiri bakal memastikan jika kompetisi sepak bola Indonesia bisa berjalan kembali, hanya saja wewenang ada pada pihak Kepolisian selaku pemberi izin, mengingat situasi pandemi Covid-19 juga belum mereda di Indonesia.

“Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini berlangsung, dan kita terus mendapatkan masukan dari para stakeholder bagaimana supaya masalah ini bisa mendapatkan solusi tentunya bisa digelar kembali dengan protokol kesehatan yang ketat, tetapi kita hanya mempersiapkan, karena yang punya wewenang ialah kepolisian yang mengeluarkan izin,” ujar Menpora.

Baca Juga  Kapolda Papua Barat Minta Jaga Kondusifitas Jelang Putusan MK Sengketa Pilkada

Meskipun terus menuai reaksi negatif dari berbagai kalangan, khususnya masyarakat umum, Menpora meminta semua pihak tetap bersabar dan memberikan waktu agar bisa mendapatkan jalan terbaik tanpa merugikan pihak manapun.

“Kita harus terima itu, karena inilah kenyataan yang ada. Dampak ekonominya juga sangat besar, bukan hanya atlet dan pelatih. Tapi juga masyarakat menengah ke bawah, ini dampaknya luar biasa. Satu kegiatan saja seperti sepakbola itu kehilangan income mulai Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun selama hampir setahun. Bahkan ada klub yang bubarkan klubnya karena tidak ada kepastian.

Baca Juga  Pembangunan Gereja di Kampung Roma dan Tolak Capai 3 Miliar dan Ditargetkan 2022 Rampung

Tapi pemerintah tidak diam, Pemerintah sungguh-sungguh dan mencari cara agar aktivitas olahraga bisa berjalan, tapi mempertimbangkan keselamatan masyarakat juga,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Umum federasi sepakbola Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule sudah menyampaikan kepada Menpora Amali, bahwa pihaknya siap untuk menggelar kompetisi sepakbola Indonesia dengan opsi tanpa penonton dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Perihal kelanjutan kompetisi Liga 1 dan 2, PT LIB sudah buat perencanaan. Termasuk rencana kami mengadakan turnamen pramusim karena klub mengajukan hal tersebut. Kami telah membuat surat izin kepada pihak terkait, dalam hal ini kepolisian,” ujar Iwan Bule. (*/cr3)

News Feed