KAIMANA- Seorang nenek, FW (72) nyaris menjadi korban pelampiasan nafsu bejat pria beristri, berinisial FM (33) Sabtu (30/1/2021) dini hari sekitar pukul 03.00 WIT.
Kejadiaan tersebut berawal dari, pelaku saat itu masuk ke rumah korban, melalui jendela, yang tinggal bersama adik perempuannya yang juga sudah berumur 60 tahun.
Saat masuk, pelaku langsung berbaring di samping korban. Lalu, pelaku meramas paha korban dan menyumpat mulut korban dengan tangannya.
Kejadian itu menyebabkan korban terhentak kaget dan berusaha untuk melawan. Perlawanan sang nenek dengan pria kekar itu pun akhirnya mendapat jalan, saat tangan pelaku terlepas dari mulut korban dan korban pun akhirnya berteriak.
Saat teriakan itu terdengar jelas oleh adiknya, pelaku langsung mengakhiri aksinya dan langsung kabur.
Korban pun akhirnya menyesali peristiwa itu, dan melaporkan ke keluarganya pagi harinya.
Polisi yang mendapatkan laporan tersebut, akhirnya menciduk pelaku di kediamannya di Jalan Cenderawasih, tanpa adanya perlawanan.
Korban pun akhirnya divisum oleh dokter. Dari hasil visum et repartum, korban mengalami luka memar di mulut, bengkak di mata sebelah kanan dan satu gigi korban copot.
Hingga saat ini pelaku mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di depan hukum.
Rumah Pelaku Dirusak Massa
Mendengar peristiwa tersebut, keluarga korban langsung menuju ke Polres Kaimana untuk melakukan aksi.
Massa yang berjumlah sebanyak 50-an orang tersebut, mendesak polisi untuk mengeluarkan pelaku.
Namun upaya tersebut, dihadang oleh aparat Polres Kaimana yang saat itu sudah sigap.
Tak tahan emosi, puluhan warga pun akhirnya bergerak menuju rumah korban. Di sana mereka melempar rumah korban dengan batu, merusakan sejumlah fasilitas rumah pelaku.
Aksi tersebut, menyebabkan keluarga pelaku harus diungsikan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolsek Kota Kaimana, AKP Munawar yang turun ke lokasi akhirnya berhasil menenangkan massa yang beringas.
Akibat aksi tersebut, menyebabkan arus transportasi di ruas Jalan Cenderawasih menjadi macet total.
Massa kemudian meninggalkan TKP dan kembali ke kompleks mereka di Jalan Perindustrian.
Mereka meminta agar polisi bisa menghukum pelaku dengan seberat-beratnya, setimpal dengan perbuatannya. (REN-R1)










