oleh

Bukan Hujan Buatan yang Bikin Batam Banjir

SUDAH dua hari ini tidak ada lagi hujan di Batam, ya hujan yang katanya buatan itu.

Padahal sudah hampir dua pekan batam di terpa hujan, ya hujan yang katanya buatan itu.

Apakah air waduk Duriangkang, Sei Ladi, Mukakuning, Sei Harapan, dan Nongsa mengalami peningkatan?

Data dari Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca(TMC) yang bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, serta BP Batam, dalam pelaksanaan hujan buatan ini menampilkan, kondisi air permukaan waduk Duriangkang sudah naik setinggi 37 centimeter, pada hari ke-13 hujan buatan dilaksanakan.

Sedangkan Dam Mukakuning naik 46 cm, Dam Sei Harapan naik 83 cm, dan Dam Nongsa naik 35 cm.

Lalu kemana hujan itu? Bukankan kontrak pelaksanaan hujan buatan itu masih lama?

Baca Juga  Laboratorium PCR RSKI Galang Sudah Beroperasi

Masih sampai tanggal 11 Juli mendatang, dan bahkan menurut Kepala BP Batam, HM Rudi SE,MM, pelaksanaan hujan buatan ini pun masih bisa diperpanjang sampai 4 hingga 5 bulan ke depan, jika dibutuhkan.

Upaya ini sebagai solusi jangka pendek menambah volume air baku yang ada di Batam.

Sedangkan jangka panjangnya, menurut orang nomor satu di Batam ini, akan segera dilakukan interkoneksi atau pengaliran dari Dam Tembesi ke Dam Duriangkang.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar serta Kabag Humas BP Batam, Yudi Hatipurdaja, mengatakan, pelaksanaan modifikasi cuaca yang dilakukan oleh Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca  (TMC) dan BMKG masih terus berlanjut.

Lantas kemana hujan buatan itu? Apakah dia benar-benar “merajuk?”

https://batamclick.com/26/06/2020/merajuk-kah-hujan-buatan/

Masuk minggu kedua pelaksanaan hujan buatan memang syarat dengan komplain.

Baca Juga  Kodim 1806 Teluk Bintuni Sebar Ribuan Masker Kepada Masyarakat

Pasalnya, hujan setiap hari dengan durasi yang cukup panjang itu, berdampak pada memburuknya kondisi alam di Batam.

Sejumlah pemukiman terendam banjir, longsor yang mengakibatkan kerusakan rumah warga, beberapa ruas jalan protokol pun terendam.

Bahkan sempat diisukan, hujan buatan di Batam ini juga menyebabkan Banjir di sejumlah daerah di Singapura.

Kondisi ini, dibantah langsung oleh  Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas l Hang Nadim Batam Suratman.

Menurut Suratman, mengatakan, hujan yang terjadi di Batam secara menyeluruh, apalagi sampai le Singapura, BUKAN HUJAN BUATAN.

Menurutnya, hujan buatan yang dibuat oleh TMC hanya terjadi di atas permukaan dam.

“Pembuatan hujan buatan bukan seperti yang dibayangkan oleh masyarakat pada umumnya,” ungkap Suratman.

Proses pembuatan hujan buatan ini lanjutnya hanya pada gumpalan awan-awan yang ada di atas permukaan dam atau waduk.

Baca Juga  Suryani Siap Berkompetisi di Pilkada Kepri

“Kalau awan itu rendah, cukup disuntik dengan senyawa kimia saja, tapi kalau awannya tinggi, maka harus menggunakan taburan garam,” lanjutnya.

Proses pembuatan hujan ini pun lanjut Suratman cukup mahal, sehingga tidak memungkinkan jika dilaksanakan untuk Batam secara menyeluruh.

“Kalau hujan yang mengguyur Batam secara menyeluruh itu memang hujan asli,” timpalnya.

Ada sedikit pergeseran musim di Batam. Musim penghujan yang biasanya intens di bulan Maret, saat ini bergeser ke bulan Juni.

“Jadi memang musimnya sedikit bergeser, hujan menyeluruh itu bukan hujan buatan,” tegasnya lagi.

Pembuatan hujan di Batam sampai saat ini masih berlangsung. Tapi tentu hujan itu turun di atas waduk saja.(bos)

Komentar

News Feed