SIBERINDO.CO, BATAM – Aturan Baru Covid-19, 10 Hari Diisolasi, Sembuh tak Sembuh, Pasien Corona Dipulangkan.
Trend penularan corona virus di Batam sejak seminggu terakhir dapat dikatakan membaik.
Kondisi ini tentu menjadi penyemangat bagi semua kalangan di kota Badar Dunia Madani ini.
Data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Covid 19 Kota Batam, semua cluster penyebar virus corona, telah berhenti menyebarkan.
“Alhamdulillah semua telah berhenti, mulai dari cluster ASN Dinas Pemberdayaan Wanita, cluster Siswa Perwira Polisi, Cluster WNA India, Cluster Bengkong, Cluster Jamaat Gereja HOG, terakhir itu cluster KKP hingga Cluster Pasar Toss 3000 sudah berhenti. Kita harapkan ini berakhir,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Dr Didi Kusmarjadi SPOg pada Batamclick.
Putusnya mata rantai penyebaran virus corona ini, menurut Didi berkat kerja sama semua pihak yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas.
“Cepat bereaksi turun ke lapangan, lakukan rapid tes ke warga, lakukan isolasi dan karantina di rusun, sehingga tidak terjadi kontak baru, pokoknya kerjanl keras semua pihak,” jelas Didi.
Selain itu, kesadaran masyarakat juga sangat mendukung kelancaran proses ini.
“Masyarakat welcome, mereka sadar memang memang harus menjalankan karantina, demi untuk dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Kita salud dan banggalah dengan warga Batam,” ungkap dokter yang hobi bersepeda ini.
Kendati demikian, tim gugus menurut Didi masih terus melakukan tracing terhadap kontak langsung pasien-pasien positif baru.
“Ada beberapa pasien baru, tanpa terhubung dengan cluster. Mereka dinyatakan positif setelah menjalani swab tes untuk kepentingan keberangkatan ke luar kota, orang-orang yang dekat dengan pasien ini sekarang yang sedang kita sisir,” paparnya.
2-3 Persen Warga Batam akan Jalani Rapid Tes
Untuk pelaksanaan rapid tes sendiri, Capt Corona Batam ini mengatakan, akan terus dilakukan terhadap warga Batam.
“Kita mengacu pada protokol kesehatan, seperti Singapura lah, 2 sampai 3 persen warganya dirapid tes,” sebutnya.
Saat ini tercatat lebih dari 11 ribu warga Batam yang telah menjalani rapid tes.
“Total yang harus dirapid itu sekitar 24-26 ribu lah, kurang lebih setengahnya lagi,” lanjutnya.
Pelaksanaan rapid tes, akan dimulai dari tiap-tiap kecamatan, diprioritaskan di kecamatan-kecamatan yang saat ini kondisinya hitam, merah dan kuning.
Didi berharap, rapid tes massal ini akan menunjukkan kebaikan dengan hasil non reaktif.











Komentar