oleh

Dua Kampung di Kabupaten Maybrat Miliki Persediaan Stok Bahan Makanan Yang Melimpah di Tengah Pandemi

MAYBRAT – Guna menyikapi program Kapolri terkait kampung mandiri ketahanan pangan pasca Covid-19, Kapolsek Aifat Kumurkek Kabupaten Maybrat Papua Barat bersama jajarannya mendatangi Dua kampung diantaranya Kampung Neset dan Fonatu Distrik Aifat Utara. Mengingat kampung tersebut memiliki penyediaan stok bahan makanan yang sangat banyak untuk memenuhi kebutuhan keluarga tanpa harus membutuhkan bantuan pemerintah.

Kapolsek Aifat, Iptu Nugraha Didi, SH mengatakan, program kampung mandiri tersebut dilakukan agar masyarakat secara mandiri memperoleh bahan makanan lokal. Hal ini dilakukan guna menjawab program Kapolri untuk menyukseskan program tersebut di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu Kampung Neset dan Kampung Fonatu merupakan kampung percontohan di Kabupaten Maybrat.

“Kedua kampung ini kami ambil sampelnya sebagai kampung percontohan. Dan ternyata kami turun cek kepastian, ternyata kampung ini tidak perlu membutuhkan bantuan pemerintah pun masyarakat bisa memenuhi kebutuhan hidup di tengah pandemi Covid-19,” terang Nugraha, Selasa (23/2/2021).

Kapolsek Aifat ini memberikan apresiasi kepada masyarakat setempat karena memiliki jiwa kerja yang tinggi untuk membantu pemerintah menyediakan bahan makanan yang sangat banyak di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga  Muzani Sebut Prabowo-Gibran Akan Wujudkan Janji Kampanye soal Swasembada Pangan

“Masyarakat Maybrat merupakan masyarakat pekerja keras. Saya sangat bangga melihat mereka. Hasil kebun mereka dipenuhi dengan berbagai jenis tanaman. Ini sangat luar bisa,” ucapnya.

Sementara itu kepala Distrik Aifat Utara, Philipus Fanataf mengatakan, Penyediaan bahan makanan pokok di Distrik tersebut diantaranya nenas, pisang singkong, keladi, petatas, sagu, berbagai jenis ikan air tawar seperti lele, gabus dan ikan batu-batu. Selain Dua Kampung tersebut, namun hampir semua Kampung di Kabupaten Maybrat memiliki potensi ketahanan pangan yang sangat banyak.

“Kalau bicara mandiri, orang di Maybrat ini sudah mandiri sejak lama. Sebelum Covid hingga Covid-19 ini kami sudah mandiri. Mandiri dalam hal penyediaan pangan yang sangat banyak. Karena di sini ada banyak kebun. Orang-orang di sini banyak yang berkebun,” terang Philipus, Selasa (23/2/2021)

Baca Juga  DPRD Manokwari Ajukan Pemberhentian Kepala Daerah Periode 2016-2021

Dari pengakuan masyarakat di Dua Kampung tersebut bahwa memiliki potensi hasil kebun yang sangat banyak. Namun masih dihambat oleh pemasaran yang hingga saat ini menjadi persoalan. Oleh karena itu, diharapkan kepada pemerintah setempat agar dapat menyediakan pasaran sehingga perputaran perekonomian dapat dinikmati masyarakat. (**)

News Feed