MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manokwari mencatat telah terjadi gempa bumi sebanyak 215 di Papua Barat, terhitung sejak Januari – Selasa 11 Agustus 2020.
Kepala BMKG Manokwari Denny Putiray, mengatakan, seringnya terjadi gempa bumi dikarenakan ada 3 lempengan patah yang melintas di Papua Barat, yaitu lempengan Australia, lempengan Pasifik dan lempengan Asia.
“Lebih baik seperti ini, sering terjadi gempa dengan kekuatan kecil yang tidak lebih dari 5 Magnetudo. Maka terhindar dari gempa dengan skala yang besar di atas 7 Magnetudo, jadi masyarakat tidak perlu khawatir gempa dengan skala kecil,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2020 ).
Masyarakat harus tetap waspada dan tidak boleh panik, karena Manokwari dan Tambrauw berada di wilayah rawan gempa, sehingga jangan bingung harus tenang dan fokus agar dapat menolong diri sendiri juga orang lain.
“Adanya 3 lempengan patahan ini, berada di wilayah Manokwari dan Tambrauw dan setiap hari lempengan ini bergerak terus menyasar sering terjadi gempa dan pastinya terjadi patahan-patahanya,” terangnya.
Menurut Denny yang paling sering terjadi akhir-akhir ini gempa berada di wilayah Kabupaten Tambrauw dan Manokwari, sehari bisa dua kali gempa dengan kekuatan gempa yang kecil.
“Dalam catatan BMKG gempa diwilayah Manokwari sudah mencapai 44 kali dan Tambrauw 47 kali di bulan Juli- 11 Agustus 2020,” pungkasnya.(aa)
Universitas Jayabaya melalui Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) menggelar Seminar Internasional dengan mengusung tema “Law Enforcement of Government Actions in the Digital
Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Lahai Roi gelar Rapat Koordinasi Keuangan 2025, pada Sabtu, 20/09/2025. Baca Juga Jenderal Dudung Dinilai sebagai Penganut
MAN Kota Sorong menerima kunjungan kerja dari Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat dalam rangka monitoring
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Konvensi Nasional bertajuk “Sinergi dalam Membangun dan Menegakkan Supremasi Hukum Menuju Indonesia Emas 2045”, di The
Komentar