MANOKWARI – Jemaat Gereja Kristen Injil (GKI) Lahai Ro menyambut fajar pagi dengan prosesi pawai obor diiringi puji-pujian. Itu dilakukan untuk mengawali ibadah syukur perayaan ulang tahun Pekabaran Injil (PI) ke-166 di Tanah Papua.
Christian Rumsayor, warga Mansinam, mengatakan menyambut fajar pagi dalam bentuk pawai obor dan puji-pujian, telah menjadi tradisi warga Pulau Mansinam setiap 5 Februari untuk merayakan ulang tahun PI.
“Secara lokal (jemaat) Lahai Roy Mansinam, kami sambut fajar pagi dengan prosesi pawai obor dan puji-pujian kelilingi situs sejarah. Ini kami lakukan setiap 5 Februari pukul 05.00 waktu Papua sebelum ibadah,” kata Rumsayor, di Pulau Mansinam, Jumat (5/2/2021).
Pemandu Situs Religi Mansinam ini mengatakan tradisi menyambut fajar pagi hingga puncak ibadah syukur HUT ke-166 PI di Pulau Mansinam dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan virus korona dengan menjaga jarak dan memakai masker.
“Semua warga jemaat yang terlibat bertanggung jawab untuk dirinya dan orang lain. Warga jemaat Mansinam pun sudah diberikan pemahaman tentang protokol kesehatan, sehingga kondisi pandemi yang berlangsung sekarang tidak mengurangi semangat kami untuk memuji Tuhan di hari bersejarah ini,” ujar Rumsayor, sembari menyebut puncak ibadah syukur HUT PI di Jemaat GKI Lahai Roy Mansinam dipimpin oleh Pendeta Novita Burwos.
Sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengatakan HUT ke-166 PI pada 5 Februari 2021 tidak dilaksanakan secara massal di Pulau Mansinam dengan pertimbangan kondisi pandemi Covid-19, sesuai edaran dan instruksi resmi dari Badan Pengurus Harian (BPH) AM Sinode GKI di Tanah Papua.
“Tidak ada perayaan HUT PI secara massal di Pulau Manisnam. Ibadah syuku dilaksanakan di masing-masing jemaat sesuai protokol kesehatan,” ujar Mandacan dalam siaran persnya, Kamis (4/2/2021). (*/cr3).










