oleh

Gereja Kristen Injil Rayakan HUT PI

PAPUA – Gereja Kristen Injil (GKI) di Tanah Papua, Jemaat Yo’a’nibi Doyo Baru, Klasis Waibu merayakan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (HUT PI) ke-166 di Tanah Papua, Jumat (5/2/2021).

Peringatan HUT PI tahun ini dengan tema “Ketahuilah Aku Menyertai Kamu Sampai Akhir Zaman”.

Perayaan diwarnai fragmen atau cuplikan cerita masuknya Injil pertama kali di Tanah Papua, yang dibawa dua orang misionaris, Jerman Carl Wilhelm Ottouw dan Johann Gottlob Geissler, 166 tahun silam.

Tak ketinggalan prosesi pemasangan obor Injil dan pelepasan balon. Ini menandakan umat Kristen di Tanah Papua telah menerima Injil dan siap menyebarkannya.

Baca Juga  Kapolda Papua Barat Intruksikan Alat Swab Antigen untuk Personil Dibidang Pelayanan

Pendeta (Pdt) Dora Balubun, yang memimpin ibadah dalam khotbahnya mengajak jemaat membayangkan bagaimana kegelapan di Tanah Papua pada saat itu, tiba-tiba ada ‘terang’ Injil.

“Karya besar Tuhan di Tanah Papua. Hari ini orang Papua dan non Papua bicara saya Papua, artinya dia percaya Injil telah diterima dan hidup di tengah kita,” kata Pdt. Dora Balubun.

Menurutnya, 2 Timotius pasal 4:1-5 yang menjadi bahan renungan dalam ibadah itu, memberikan catatan penting bagi yang telah menerima Injil. Injil telah membuka tabir kegelapan terhadap banyak orang di Tanah Papua.

“Injil menjadi berkat bagi siapapun yang hidup di Tanah Papua. Orang Papua hidup di tanah yang diberkati Tuhan. Kalau kita sudah menerima Injili, tidak boleh takut bicara kebenaran,” ucapnya.

Baca Juga  Ketidakpuasan Masyarakat, Kantor Distrik Moraid Dipalang

Ketua GKI Jemaat Yo’a’nibi, Eliasa Kreutah, mengatakan Injil telah menyatukan suku yang ada di Papua, dengan mereka dari luar Papua.

“Karena ada Injil kita dari berbagai daerah, bisa berkumpul di sini. Kita patut bersykur atas kebesaraan Tuhan. Hari ini hati kita benar benar terang. Terima kasih kepada semua anggota jemaat yang telah ambil bagian dalam perayaan 166 tahun injil,” kata Elisa Kreutah.

Ia berharap perayaan 166 tahun Injil masuk Tanah Papua ini menjadi berkat untuk semua di Tanah Papua.

Baca Juga  Demi Kepastian Hukum, PLN Teken MoU dengan Kejagung

“Tuhan selalu menyertai kita, dan kita menjadi berkat bagi orang lain,” ucapnya.

Sejarah mencatat, 5 Februari 1855 sebagai hari masuknya Injil di Tanah Papua, ketika pertama kalinya Carl Wilhelm Ottouw dan Johann Gottlob Geissler menginjakkan kaki di pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat.

Dalam pelayaran ke Mansinam, kedua misionaris itu singgah di Batavia (Jakarta), Makassar, dan Ternate.

Penetapan 5 Februari sebagai hari Pekabaran Injil di Tanah Papua, melalui Surat Keputusan Gubernur Provinsi Papua Nomor 140 Tahun 2008. Tanggal itu dijadikan hari libur resmi sejak 2008 silam. (*/cr3).

News Feed